Beranda > Uncategorized > Terjebak dalam cinta terlarang?

Terjebak dalam cinta terlarang?

Assalamu’alikum wr. Wb.

Begini ustadz,saya kenal seorang laki-laki & kini dia menjadi pacar saya,dulu hubungan kami baik-baik saja tanpa melakukan hubungan terlarang,,dulu sebelum saya kenal dia saya selalu rajin ibadah,,sholatpun ga pernah saya tinggalkan,,tp skarang kami telah melakukan hubungan yg terlarang agama,,saya sadar itu sebuah dosa besar,,saya merasa jauh dari Tuhan,,saya mau bertobat dan saya rasa pacar saya telah membawa saya ke arah yg tidak baik & yang saya mau tanyakan,, bagaimana cara saya ngomong ke pacar saya agar kami tidak lagi melakukan dosa itu tanpa membuat dia marah & tanpa mengurangi rasa sayangnya terhadap saya. Soalnya saya terlanjur sayang padanya dan saya tidak mau kehilangan dia. Yang saya mau, hubungan saya dengan dia terus berlanjut tanpa melakukan dosa itu lagi & tidak mengurangi rasa sayangnya terhadap saya. Terus bagaimana juga saya mengajak tobat pacar saya????

Terima kasih

Wassalamu’alaikum wr. Wb

Wa’alaikumusslam Mba Ina.

Sangat jarang orang yang berbuat dosa kemudian menyatakan maksudnya untuk bertaubat dan memperbaiki diri. apalagi mau berfikir tentang orang lain yang juga ia ingin diperbaikinya.

Mba Ina…
Mba Ina sudah melakukan satu lompatan besar dalam hidup Mba, yakni dengan menyatakan keinginan untuk bertaubat dan bahkan ingin teman dekat Mba juga memilih jalan (taubat) yang sama. Semoga ini menjadi jalan bagi Mba untuk mendapat hidayah Allah SWT dan tak kan mundur lagi selamanya.

Mba Ina, prinsip dasarnya sikap seorang muslim terhadap kemaksiyatan adalah harus memutuskan hubungan dengan kemaksiyatan itu 100 %. Tapi memang diakui, bahwa tidak semua orang mampu melakukan itu. Apa lagi ia berada dalam lingkungan yang tak kondusif mendukung keinginannya untuk menjauh dari maksiyat itu. DItambah lagi, jika orang-orang terdekatnya sama sekali tak dapat berbuat banyak dalam mendukung upayana untuk bertaubat. Yang lebih masalah adalah ketika justru orang terdekat kita yang malah menjerumuskan kita.

Baiklah Mba Ina, coba Mba Ina renungkan, apa kira-kira yang membuat seseorang itu jadi baik atau buruk? tentu biasanya tidak lepas dari 2 hal:
1. Pemahaman
a. Pemahaman tentang halal-haramnya suatu perbuatan
b. Pemahaman tentang arti hidup ini
2. Lingkungan
a. Lingkungan pribadi
b. Lingkungan saat bersama orang lain

Bisa jadi, orang salah memahami, yang baik dianggap buruk atau yang buruk justeru dikatakan baik.
atau kalau ia telah tahu hukum halal-haramnya, mungkin ia salah dalam memahami makna hidup. dianggap hidup itu selamanya. padahal dalam hitungan detik dari sekarang seseorang bisa saja tercabut nyawanya.
Orang yang pemahamannya terhadap hukum halal-haram dan tentang arti hidup sudah benar, tentu ia tidak akan berbuat macam-macam

Tapi memang, lazimnya setiap orang membutuhkan faktor pendukung.
Orang akan bertingkah laku tergantung apa yang mempengaruhinya.
Kami yakin Mba Ina sudah mengetahui hukum halal-haram dan Mba Ina yakin akan arti hidup. Sekarang, tinggal Mba Ina fikirkan untuk menata kembali lingkungan Mba Ina.

Cara-cara seperti berikut ini mudah-mudahan dapat membantu. Insyaallah.
1- Mba Ina biasakan ketika mutar radio dan televisi, hanya menyimak acara-acara yang mengandung manfaat seperti Ceramah, Pengajian, Berita, dlsb. Mba harus menghentikan menyimak lagu-lagu dan film-film atau tayangan serta sajian apapun yang mengandung dorongan percintaan lawan-jenis, dlsb.
2- Mba Ina buang jauh-jauh dari kamar Mba segala asesoris, poster, dll yang mengundang syahwat dan birahi atau yang melalaikan dari agama. sebaliknya, Mba lengkapi kamar atau tempat tinggal Mba dengan segala aseosoris, poster dlsb yang mengingatkan pada Allah.
3- Mba tuliskan keinginan untuk bertaubat di buku-buku Mba dan juga di dinding kamar.
4- Mba mulai paksakan lagi diri untuk sholat dan ibadah lainnya.
5- Mba biasakan berinfaq dan shodaqoh sambil memohon pada orang yang diberi Infaq agar mendoakan untuk istiqomah di jalan Islam
6- Mba sudah mulai harus aktif di berbagai pengajian. termasuk Mba harus sesering mungkin datang ke toko buku agama.
7- Kemana-mana Mba usahakan membawa buku agama dalam tas dan juga al quran.
8- Sering-seringlah baca buku yang bercerita tentang dosa-dosa dan akibatnya. termasuk tentang kwwajiban dan manfaatnya
9- Mba harus mulai memaksakan diri untuk memakai busana muslimah.

Semua kebiasaan baru di atas mungkin akan berat. Tapi jauh lebih berat konsekwensinya jika Mba terus larut dalam keadaan seperti sekarang.
Pepatah Melayu mengatakan “you nak atau tak nak, kalau nak seribu daye kalau tak nak seribu dalih” kalau anda mau pasti akan mengerahkan segala daya, jika tidak mau pasti banyak alasan.

Adapun terhadap pria yang dekat dengan Mba, yakinlah bahwa:
1- Jika ia adalah jodoh Mba, maka ia akan dibukakan hatinya juga oleh Allah, yang penting Mba juga berdoa pada ALlah agar membukakan hatinya
2- Jika ia bukan jodoh Mba, pasti ALlah akan mencarikan yang lebih baik dari dia dan Allah akan membuat ia jauh dari Mba dan ALlah akan membuat hatinya tidak menaruh hati lagi sedikitpun pada Mba.

Jadi kepadanya, mungkin sekarang Mba kesulitan untuk menolaknya melakukan perbuatan yang dilarang agama. dan juga pada saat yang sama Mba berat untuk mengajaknya pada kebaikan. Sementera Mba kan tidak ingin hal itu berlarut-larut.
Maka Mba perlu melakukan hal-hal berikut, mudah-mudahan bermanfaat:
1- Jika ia mengajak jalan, maka Mba harus bilang “maaf saya sudah berencana ke toko buku. kalau bersedia, kamu bisa tolong antar saya sebentar ke sana…”
2- Jika ia ngeSMS, sedang dimana Ina, jawab saja “saya sedang di pengajian” kalau kebetulan Mba Ina di Pengajian, atau “saya sedang di masjid” kalau sedang di Masjid, atau “saya lagi di toko buku” atau “saya lagi di perpustakaan”. makanya Mba akan bisa jawab begitu kalau Mba juga sering-sering ke tempat seperti itu. atau Mba bisa bilang “mas, saya sekarang lagi ada di masjid Al Markaz, bisa tolong jemput saya”. atau “Mas, saya lagi di pengajian, bisa tolong jemput saya”. Kalau bisa Mba minta jemput dari pengajian saat pengajian masih belum berakhir, jadi ia juga bisa menunggu Mba sambil mendengarkan pengajian. kalaupun ia tidak mau, minimal ia bisa berada lama-lama di pelataran masjid tempat pengajian…yang itu sudah cukup bagus untuk mensuasanakan ia dengan lingkungan masjid. atau kalau ia lagi missed call, katakan “maaf saya tadi lagi sholat” atau “maaf saya tadi lagi baca al quran”.
3- Mba juga perlu segera mencari teman-teman yang aktif di pengajian. sesering mungkin Mba jalan bareng mereka ke toko buku, ke masjid, dll. (tapi kami sarankan, jangan dulu ceritakan masalah mba ini ke teman baru itu). Mba jalan-jalan ke rumahnya dan sesering mungkin Mba ajak mereka ke rumah Mba. sesering mungkin Mba ajak ‘kekasih’ Mba untuk mengantar Mba ke rumah teman-teman pengajian itu. jika teman-teman pengajian itu punya Suami yang juga aktivis pengajian, maka segera perkenalkanlah ‘kekasih’ Mba itu dengan suami teman-teman Mba itu.
Ketahuilah Mba, ‘kekasih’ anda itu juga ingin bertaubat, ingin hidupnya selamat, dan ingin berada di atas jalan lurus. karena ia pun tentu ingin masuk syurga dalam keridhaan Allah. tapi bisa jadi ia juga tidak punya kekuatan sendiri untuk memperbaiki diri. Dan mungkin juga ia dengan gampang mengajak Mba pada perbuatan-perbuatan terlarang dikarenakan Mba juga yang terlalu mudah memberi peluang padanya untuk mengajak melakukan itu.
Maka kami yakin, jika Mba yang memulai menciptakan suasana baru yang lebih Islami dalam menjalin hubungan dengannya, ia pun akan terbawa suasana baru itu nanti. insyaallah

Semua hal ini dilakukan agar ia kemudian sedikit-demi sedikit berfikir, bahwa Mba memang serius untuk berbenah diri.
Mudah-mudahan ia bukan menjauh, tapi malah bertambah sayang karena melihat bahwa ‘kekasihnya’ sudah mulai berubah, bahkan berubah drastis. Jika ia belum mau taubat Mungkin saja rasa sayangnya diwujudkan dengan menjauhi Mba dan memberi kesempatan pada Mba untuk bertaubat.
Dan jangan sedih kalaupun terjauh darinya. Kita harus bersedih ketika kita terjauh dari Sang Pencipta…Yang Menciptakan kita punya mata…kita punya mata….yang menciptakan orang tua yang kita sayangi….orang tua yang melahirkan kita….orang tua yang menyayangi kita
Maka, kita harus rela terjauh dari siapapun, bahkan terjauh dari orang tua sekalipun, jika memang keadaan itu menuntut, asalkan kita tidak terjauh dari Allah, yang sebenarnya sangat menyayangi kita, hamba-hamba yang selalu mau menata perbaikan diri dari waktu ke waktu.
Sudah banyak kisah suami istri atau sepasang muda-mudi yang berpacaran kemudian sama-sama bertaubat dan akhirnya malah menjadi pembela agama islam yang luar biasa.
Kami berharap Mba akan menjadi seperti itu juga, Insyaallah
Semoga Mba dpat segera menikah dengan pria pilihan Allah. bisa dia orangnya atau bukan.
Jika Mba ingin memiliki keturunan yang manis, cantik, tampan, sholeh dan sholehah dan membuat Mba sebagai orang tuanya selalu tersenyum, maka bina dan didiklah mereka dengan agama. dan Mba tidak akan dapat mendidiknya dengan baik jika pasangan hidup Mba jauh dari agama.
Dan Islam menetapkan bahwa jodoh bagi orang sholeh adalah dengan orang sholehah. dan jodoh pelaku maksiyat dengan pelaku maksiyat juga.
Maka jika Mba ingin dapat jodoh yang alim, maka bersegeralah Mba membuat diri Mba kembali pada koridor Islam yang seharusnya.
Kami akan doakan.
Jika masukan kami ini bermanfaat, mudah-mudahan Mba akan menemukan pendamping hidup yang tepat dan diberi keturunan yang punya bhakti pada Mba. Tolong nanti kirimkan pada kami foto pernikahan Mba (yang pake jilbab ya) dan jika telah dikaruniai anak, tolong kirimkan pada kami foto mereka ya. yang anak laki dipakaikan peci dan yang perempuan di pakaikan kerudung. pasti manis kelihatannya.
Mudah-mudahan suatu saat kita bisa bersilaturahmi secara langsung. Insyaallah

Wassalam
Dari Orang Yang Lemah
Ustadz Abu Zendarr

Categories: Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.