Betaubat Setelah Bermaksiat
Assalamualiakum Wr. Wb.
Ustad, saya mau bertanya seputar maslah tobat, saya pernah berbuat zina dengan istri orang lain dengan dasar rasa suka sama suka.
bagaimana saya harus bertobat dan cara saya meminta maaf terhadap suaminya sedangkan suaminya telah menceraikan si Istri tersebut…
terima kasih atas jawaban pa ustad
Waalaikumussalam
Saudara John
Pertaubatan dalam Islam, untuk perbuatan seperti yang saudara lakukan (berzina), hanya dapat dilakukan dengan dua cara. (1) istigfar, (2) dijatuhkan sanksi berupa cambuk seratus kali bagi pezina yang belum menikah atau dirajam (seluruh tubuh ditanam, hanya kepala yang terlihat di atas tanah, lalu dilempari batu secara beramai-ramai hingga wafat) bagi pezina yang telah menikah.
Khusus untuk yang kedua (diberi sanksi), tentu sekarang tidak dapat dilakukan. karena hak untuk melaksanakan hukuman itu hanya ada pada negara yang melaksanakan syariat Islam, yakni Khilafah Islamiyah, atau Daulah Islamiyah.
Kenyataannya sekarang Negara kita tidak berbetuk seperti itu, karena negara kita tidak berdasar syariat Islam.
Sebenarnya jika pezina dijatuhkan hukuman sebagaimana yang tersebut diatas maka bukan saja ia akan terhapus dosanya, tapi lebih dari itu, anggota masyarakat lainnya pun akan terjaga dari berbuat hal yang serupa.
Maka sebenarnya Saudara John sekarang telah kehilangan kesempatan untuk mensucikan dosa dengan cara mendapatkan sanksi, dikarenakan negara kita tidak berdasar syariah Islam.
Sehingga satu-satunya harapan untuk bertaubat adalah dengan beristigfar. Sesering mungkin beristigfar.
Saudara John, di bulan ramadhan yang mulia ini, ada doa yang diajarkan oleh Nabi untuk diperbanyak.
Allaahumma innaa nas’aluka ridhaaka wal jannah wa na’uuzu bika min skhathika wannaar
dan doa allaahumma innaka ‘afuwwun kariim tuhibbul ‘afwa fa’fu annaa
Kedua doa ini, jika kita panjatkan bertepatan pada malam laylatul qadr, niscaya Allah akan mengampuni semua dosa kita.
Namun kita tidak tahu kapan malam laylatul qadr itu. jadi Sdr John harus tiap malam selama bulan ramadhan ini memanjatkan doa itu. Kata Nabi Muhammad SAW, laylatul qadr itu adanya pada salah satu dari 10 malam terakhir, terutama di malam-malam gajilnya.
Kami mengharapkan Saudara John dapat membacanya sesering mungkin.
Kami sendiri berpendapat, bahwa Sdr John saat ini belum perlu meminta maaf pada mantan suami wanita itu, atau bahkan pada wanita itu. Sebenarnya meminta maaf itu adalah keharusan. Namun untuk kasus Sdr John, nampaknya untuk sementara perlu cooling down dulu. khawatirnya nanti, maksud hati ingin meminta maaf, malah yang terjadi keributan berkepanjangan. Karena dengan Sdr John menghubungi dia berarti itu akan membuka luka lama yang mungkin saja saat ini ia sudah lupakan.
Tapi jika memang meminta maaf itu dianggap lebih baik, maka minta maaflah. Tapi sampaikan permintaan maaf secara umum, tanpa harus menyinggung perbuatan yang dulu Sdr John lakukan. misalnya begini “Semoga kabarnya baik-baik saja. Semoga di Hari Yang Fitri ini kita dapat saling memaafkan atas segala khilaf. Dan kita sama-sama bertekad untuk menjadi hamba Allah yang terbaik. Yaa Allah, ampuni kami dan saudara kami ini atas segala dosa.”
Satu hal lagi yang juga cukup penting adalah memikirkan bagaimana caranya memikirkan agar sdr john tidak melngulang perbuatan itu lagi. ini harus diperhatikan. karena syaithan itu akan terus mengingatkan kita akan kenikmatan dosa yang pernah kita lakukan, sehingga kita terdorong kembali untuk megngulanginya lagi, lalu menyesal, kemudian setelah itu mengulangi lagi, menyesal lagi, dan begitu seterusnya.
Kami menyarankan Sdr John segera bergabung dengan perkumpulan atau kelompok da’wah yang memperjuangkan tegaknya syariat Islam. jika syariah islam telah tegak, maka akan diberlakukanlah semua hukum islam dalam berbagai hal (politik, ekonomi, militer, pendidikan, termasuk peradilan).
Semoga dengan kontribusi sdr John pada da’wah yang memperjuangkan syariah itu akan membersihkan Sdr John dari segala kesalahan masa lalu, mengingat betapa besarnya pahala orang yang ikut berpartisipasi dalam mengupayakan tegaknya syariat Islam.
Kemudian. sdr john harus membuang jauh-jauh segala asesoris dan pernak-pernik, poster, tayangan-tayangan, dll yang dapat memancing syahwat.
Jadikan alquran, buku, majelis pengajian, dan kegiatan keagamaan lainnya sebagai teman kita. Ini harus dipaksakan pada diri kita, jika kita sungguh-sungguh ingin mengubur masa lalu. jadi kita tidak sekedar bertaubat akan kesalahan masa lalu, tapi lebih dari itu, kita juga berusaha membayar kesalahan masa lalu itu dengan memutar haluan hidup dengan menjadi salah satu pembela aga Allah.
Sdr John kan juga punya keluarga. mungkin istri, mungkin anak perempuan, mungkin ibu, mungkin saudara perempuan, mungkin bibi, dst. tentu sdr john tidak ingin jika mereka ternodai. terutama istri dan anak kita. terutama lagi istri kita.
dalam salah satu hadits disebutkan, yang maknanya seperti ini: jika suami melakukan tindakan seksual terlarang maka kemungkinan juga akan dilakukan istrinya dengan melakukan hal yang sama dengan pria lain.
nah, sebelum itu terjadi maka segera pulihkanlah semangat beragama sdr john
Kami doakan semoga sdr berhasil. dan mudah-mudahan sebelum nafas terakhir terhembuskan, sdr john dapat hidup seutuhnya secara islami.
semoga kita di lain waktu dan tempat bisa bersilaturahmi secara langsung untuk saling berbagi dan bercerita tentang lika-liku hidup ini.
dan semoga kita akan selalu diikat dalam suasana perjuangan membela syariah Islam. Amin
Saudaramu yang mencintaimu di atas iman
Wass
Ustadz Abu Zendarr
Ass. Tad mau tanya nih, bagaimana karajteristik budaya yang islami? Tq B4 atas jwbnx.
silakan tinggalkan emailnya, biar bs di kirim ke email juga jawabannya